Paradoks
Oleh : KristianW
Semua berawal pada saat ulang tahunku yang ke-7, tepatnya pada tanggal 3
Maret 2002. Hari itu adalah ulang tahun yang sangat spesial, karena itu juga
ulang tahun terakhirku yang dirayakan bersama ayahku sebelum ia meninggal dunia.
Dan ngomong-ngomong namaku adalah Darka. Seorang mahasiswa yang cukup populer
di kampus namun sepertinya biasa saja untuk kalangan dunia. Hahaha.
Pada hari itu, 2 sahabatku datang ke rumahku. Mereka bernama Dana dan
Desyca. Sungguh suatu persahabatan yang unik. Darka, Dana, Desyca. Biasa kami
menyebutnya 3D, karena nama awalan kami semua ada huruf D. Lalu saat itu,
mereka ikut merayakan ulang tahunku, dan juga turut memberikanku hadiah.
Sungguh suatu hari yang sangat spesial. Tapi, dibalik semua itu. Ada satu hal
yang paling kusuka, yaitu pemberian hadiah dari ayahku. Ia memberikanku sebuah
arloji yang bentuknya sangat futuristis. aku sangat menyukai tampilannya,
sehingga aku memakainya setiap hari, setiap menit, bahkan setiap detik. Aku
tidak pernah melepaskannya karena arloji itu sangat bagus dan juga merupakan
pemberian dari ayahku.
Hingga momen itu terjadi. 1 bulan setelah ulang tahunku, tepatnya 3 April
2002. Aku mendengar kabar bahwa ayahku meninggal karena dibunuh secara
mengenaskan oleh seseorang yang misterius. Aku tidak tau secara rinci tentang
kematiannya tapi banyak orang yang bilang bahwa kematian ayahku sangat
misterius, ada spekulasi juga berkata bahwa ada hantu yang turut campur tangan
pada kematiannya. Tapi, aku tidak pernah percaya dengan hal-hal seperti itu.
Meskipun begitu, aku benar-benar sedih, aku tidak bisa menahan rasa kehilangan
itu saat mendengarnya. Semenjak hari itu aku tidak pernah lagi
mengenakan arloji itu. Aku teringat ayahku setiap kali aku memakainya sehingga
aku memutuskan untuk meletakkannya di gudang.
Aku benar-benar
mengagumi sosok ayahku. Ia adalah seorang ilmuan yang sangat terkenal di dunia
ini. Ia menjadi panutanku karena dulu aku sangat ingin menjadi terkenal seperti
dia. Ia juga adalah salah satu anggota dari ZOGO.
Divisi sains asal Indonesia sekaligus yang paling hebat di dunia. Divisi ini
tidaklah terkenal seperti NASA atau yang lainnya. Tapi meskipun begitu, dunia
meyakini bahwa ZOGO adalah
satu-satunya divisi sains yang paling hebat. Aku sangat mengagumi
karya-karyanya. Karena proyek-proyek mereka sangatlah hebat. Seperti Pil
Mystique. Suatu pil yang dapat mengubah DNA
dan sel biologis seseorang. Itu dapat berfungsi penuh hanya dengan cara
memikirkannya. Kita bisa meniru penampilan seseorang, bahkan hingga ke
suaranya. Namun pil belumlah sepenuhnya selesai. Ayahku mengatakan bahwa pil
ini baru selesai sekitar 75%. Ayah
juga memiliki proyek membuat Mesin Waktu. Namun proyeknya tidak selesai karena
perusahaan ini terpaksa ditutup karena pemimpin perusahaannya, yaitu ayahku telah meninggal
dunia.
***
14 tahun telah berlalu. Dunia sudah modern, teknologi dimana-mana, semuanya
berubah. Tapi, ada 1 hal yang tidak berubah. Yaitu persahabatanku dengan Dana
dan Desyca. Aku berteman dengan mereka sejak kecil, mereka sudah aku anggap
seperti keluarga. Kita bertiga kuliah ditempat yang sama, dan juga mengambil
jurusan yang sama pula. Kami terus bersama-sama untuk menciptakan sesuatu, kami
semua memiliki cita-cita menjadi seperti ayahku yaitu menjadi ilmuan yang
terkenal.
10 Agustus 2016. Dana dan Desyca datang ke rumahku untuk melanjutkan riset
kita tentang sel yang dapat beregenerasi dengan sangat cepat. Kita
mengerjakannya di gudang rumahku karena disitulah tempat biasa ayahku melakukan
riset. Semua perlengkapan riset ayahku ada disitu juga. Lalu tiba-tiba saat
sedang di gudang aku melihat arloji pemberian ayahku 14 tahun yang lalu. Lalu
kami mendekatinya, dan melihat, bahwa arloji itu masih 100% berfungsi. Tidak
rusak sama sekali. Dan kami pun mengambilnya. Aku penasaran mengapa masih
berfungsi 100%, setelah 14 tahun sudah berlalu. Harusnya sudah tidak bisa
nyala, tetapi ini masih dapat bekerja dengan sangat baik. Lalu kami membuka
arlojinya karena penasaran. Dan ternyata! Arloji itu adalah teknologi dari ZOGO. Aku sangat mengagumi
teknologi-teknologi dari sana, karena penemuan-penemuannya yang sangat hebat.
Mereka sudah seperti melangkah lebih 20 tahun dari tahun yang seharusnya.
Lalu kami melihat kedalam sampai ke intinya. Dan aku teringat sesuatu.
Bentuk intinya, aku pernah melihatnya, itu seperti yang ada di blueprint ayahku tentang mesin waktu.
Aku yakin persis itu intinya. Lalu aku pergi mencari blueprint tersebut di ruang kerja ayahku. Dan benar dugaanku! Itu
adalah inti dari mesin waktu yang pernah mau dibuat oleh ayahku. Akhirnya karena kami sangat bersemangat untuk mengetahui lebih
jauh. Kami pun memutuskan untuk mengganti tema riset kami menjadi Mesin Waktu. Di blueprint tersebut dijelaskan dengan
sangat jelas cara membuat mesin waktu. Lalu kami bertiga membuat benda itu.
Semua hal yang dibutuhkan sudah tersedia di gudangku, sehingga kami bisa cepat
menyelesaikan benda ini.
Ketika membuat benda ini, tidak seperti yang kami pikirkan. Banyak sekali
gangguan yang terjadi. Saat hari pertama kami memulai pembuatannya, kami
langsung mendapat gangguan. Yaitu mati listrik, dan berlangsung dua hari
berturut-turut. Untungnya aku dapat mengembalikan keadaan seperti semua dan
melanjutkan pekerjaanku, aku yakin ini adalah ulah orang iseng. Dan juga ketika
sudah setengah jadi. Orang iseng itu semakin menjadi-jadi. Tiba-tiba ada batu
beserta kertas bertuliskan “Kau tidak tahu apa yang sedang kau kerjakan” lama
kelamaan aku penasaran siapa ini, tapi karena terlalu fokus dan bersemangat
dengan mesin waktu ini. Ya, mesin yang dapat mengubah apa yang sudah terjadi.
Aku jadi tidak menghiraukan gangguan itu. Dan yang terakhir, ketika sudah dalam
tahap finishing orang ini berulah
lagi. Ia melemparkan pisau dengan bekas darah yang sudah kering ke dalam
gudangku. Aku semakin penasaran, ketika kulihat keluar. Tidak ada siapa-siapa,
ya memang begitulah ciri-ciri orang iseng. Melakukan kegiatan usil lalu kabur.
Akhirnya aku kembali dan menyelesaikan pekerjaanku.
***
19
Agustus 2016. Butuh waktu yang cukup lama ternyata untuk membuatnya. Dan
akhirnya mesin ini pun jadi. IYA, MESIN WAKTU! Karena terlalu bersemangat kami pun
langsung mencobanya. Pertama kami mencobanya menggunakan benda mati. Lalu mesin
ini berhasil. Lalu kami mencobanya pada benda hidup. Yaitu kita sendiri. Kami
mencobanya di halaman rumah, lalu kita mulai eksperimennya. Mesinnya hanya di
set untuk satu hari ke belakang. Ketika mesinnya dinyalakan, rasanya sangat
aneh. Getarannya, energinya, semuanya kurasakan. aku seperti berada di lubang
cacing, atau Inikah yang dinamakan lubang cacing?? Ini adalah pelajaranku di tempat aku kuliah, Jembatan Einstein-Rosen. Yang hanya berupa teori. Namun sekarang
semuanya menjadi nyata! Setelah kami melewati lubang cacing tersebut, kami
terjatuh di tempat yang sama. TAPI, ini adalah kemarin! aku ingat situasi ini.
Cuacanya, suhunya, dan semuanya, ini benar-benar kemarin. Kami berhasil membuat
mesin waktu!! Terima kasih Ayah, sudah meninggal bertahun-tahun tapi masih
memberiku PR.
Lalu kami berdiskusi, akan digunakan
untuk apa mesin ini.
“Jadi, kira-kira ini mesin mau diapain?” tanyaku
“Hmm... minggu lalu ujian kimia gua dapet jelek nih, gara-gara waktu itu
lagi ngerjain mesin ini nih. Kayanya mau gue betulin deh.” Tutur Desyca
“Oke, kalo lu gimana, Dan?” tanyaku kepada Dana
“Gimana kalo kita cari duit pake mesin ini, jadi kita liat lotere terakhir,
catet angkanya, trus mundur deh. Dan boom langsung jadi miliarder kita.” Ucap Dana
dengan semangat
“Hahahah, boleh banget tuh! gua juga butuh duit, banget. Tapi sebelumnya,
ada baiknya kita bikin peraturan buat mesin ini.” Jawabku
“Gimana tuh peraturannya?” tanya Desyca
“Jadi... yang pertama, dilarang keras ‘lompat’ sendirian, jadi kalo mau
mundur kita harus ‘lompat’ bareng-bareng, apapun kondisinya. Yang kedua, mesin
ini, adalah rahasia kita bertiga. Gak ada pamer-pamer di facebook, instagram,
twitter, atau apapun. Harus bener-bener rahasia. Dan yang terakhir, kita gak
bisa ‘lompat’ lebih dari 10 tahun. Gatau sih bakal kenapa, tapi di blueprint dijelasin kalo ‘lompat’
gaboleh lebih dari 10 tahun.” Jelasku
“Oke... siap bos. Jadi, ngapain nih sekarang?” tanya Dana
“Hari ini istirahat aja dulu, pulang kerumah masing-masing. Besok baru kita
mulai eksperimen kedua, gua juga gasabar sih, tapi ya capek juga uda kerja
seminggu penuh, ga tidur, ga istirahat. Sekarang waktunya puas-puasin da.”
ucapku
“Ok gue juga cape sih, yauda deh. Pulang dulu ya, Bye Darka” tutur Desyca
“Sip bye..” balasku kepada mereka berdua
Setelah berdiskusi kami pun melanjutkan kegiatan kami sehari-hari seperti
biasa. Mereka kembali ke rumah masing-masing dan melanjutkan aktivitasnya. Tetapi
aku hanya ingin beristirahat di kamarku dan ingin memikirkan untuk hari esok
yang pastinya akan sangat sibuk.
Malam pun tiba. Sungguh suatu hari
yang panjang. Akhir-akhir ini aku sangat lelah. Karena mengerjakan mesin ini
dan juga menghadapi gangguan orang iseng itu. Tapi meskipun begitu, sungguh
menyenangkan jika sudah bisa memakainya dengan baik. Aku sudah seperti Tuhan, yang
bisa melakukan apa saja yang aku inginkan. Lalu aku kembali menyusun rencana
untuk kedepannya.
Setelah aku berpikir-pikir panjang, tiba-tiba terlintas sesuatu di
pikiranku. Aku memikirkan, ‘Bagaimana jika aku bisa kembali ke masa lalu dan
menyelamatkan ayahku’. Awalnya aku pikir ‘Ah, ini tidak mungkin’. Namun setelah
kupikir-pikir, aku sangat merindukan ayahku. Jika ia masih hidup, mungkin aku
bisa menjadi penerusnya sebagai salah satu anggota ZOGO. Dan juga aku akan merasakan bagaimana rasanya memiliki
sesosok ayah. Dididik olehnya, diajari, disayangi, bahkan diomeli pun aku tetap
bahagia. Karena itu adalah ayahku. Akhirnya aku memutuskan untuk kembali,
kembali ke hari dimana ayahku meninggal. Aku kesana untuk menyelamatkannya, aku
yakin pasti bisa. Tapi, jika ingin melakukan itu, teman-temanku pasti tidak
akan setuju. Karena itu melebihi batas yang seharusnya untuk melompat. Tapi aku
tidak peduli, jika nanti aku bertemu dengannya aku yakin ia pasti akan
membantuku untuk kembali. Aku akan melakukannya sendirian. Aku tidak
membutuhkan teman-temanku.
Akhirnya memutuskan untuk melanjutkan rencanaku ini. Aku mencari semua info
tentang kematian ayahku. Semuanya, letak, tanggal, dan kronologis. Aku yakin
jika aku sudah mempersiapkan semuanya, aku akan berhasil. Aku yakin! Tapi
sebelum memulai semua ini, sepertinya aku membutuhkan tidur. Aku akan memulai
perjalanan ini besok.
***
20 Agustus 2016. Pagi pun telah tiba. Inilah harinya. Setelah hari ini,
mungkin kehidupanku akan berubah. Atau juga aku akan terjebak di masa lalu.
Atau bahkan aku bisa saja meninggal disana, karena tidak bisa menyelamatkannya.
Atau apapun akan terjadi disana.
Lalu aku menyiapkan semuanya. Perlengkapan, barang-barang bawaan, hingga senjatapun
kubawa. Lalu aku memulai rangkaian mesin waktunya, dan tanpa berpikir panjang
aku menyetel mesin ini untuk tanggal 2 April 2002. Ya sekitar 14 tahun yang
lalu. Tepat satu hari sebelum insiden itu. Setelah itu aku langsung menyalakan
mesin itu dan seperti biasa, aku terhisap ke lubang cacing dan kali ini tidak
seperti biasanya. Mesin ini nampak agak tertekan, aku merasakan guncangan yang
tidak enak dan juga pusing selama di mesin ini, mungkin karena aku melompat
terlalu jauh. Aku takut terjebak diantara ruang dan waktu. Tapi aku tetap
berusaha rileks dan diam selama di dalam lubang cacing. Akhirnya setelah
beberapa lama akupun sampai.
2 April 2002. Aku rindu dengan atmosfir tempat ini. Disaat dunia belum
modern, dan teknologi dimana-mana. Terkadang kita harus rindu dengan suatu yang
konvensional tanpa teknologi. Ya... awalnya aku menikmati saat sampai sini.
Namun setelah beberapa lama, aku mencium bau asap muncul dari ranselku. Aku
berfirasat buruk, aku takut mesinku akan rusak karena aku melompat lebih dari
yang seharusnya. Lalu setelah aku cek kedalam. BENAR TERJADI! Inti
mesinnya...... hancur... aku sangat kaget melihatnya, dicampur perasaan gundah
gulana. Aku takut tidak bisa kembali. Jadi sebaiknya aku harus berhasil
menyelamatkan ayahku agar aku bisa kembali, dan juga mungkin masa kini akan
menjadi berubah total. Sebelum menyelamatkannya, aku harus bersiap-siap dahulu.
Dan aku hanya mempunyai waktu 24 jam. Jadi aku menggunakannya dengan sangat efektif.
3 April 2002. Ini adalah puncak dari segalanya. Aku sudah bersiap untuk
menyelamatkan ayahku. Menurut informasi yang kudapat ayahku meninggal di
kantornya sekitar pukul 23.00. Siang
sampai sore aku berlatih terus untuk berjaga-jaga jika pembunuh ayahku
berbahaya. Lalu ketika malam tiba, pukul 21.30 aku berangkat kesana.
22.30. Dan sampailah aku di kantor ayah. Gedungnya sudah gelap, kebanyakan
pekerja lain sudah pulang. Kecuali ayahku yang sedang lembur. Dan inilah
saatnya, mengubah takdir. aku menyelinap diam diam karena aku sudah mengetahui
setiap celah di kantor ayahku. Jadi aku dapat masuk dan langsung menuju ruangan
ayahku. Karena lebih dahulu masuk jadi aku dapat bersembunyi agar lebih leluasa
saat menemukan pembunuhnya. Akhirnya aku menunggu di dalam lemari sembari
memegang pisau di tangan kiriku.
23.00. 30 menit telah berlalu. Harusnya inilah waktunya, tapi ayahku bahkan
belum memasuki ruangannya. Beberapa menit kemudian, ada seorang asing yang
memasuki ruangan ini. Aku yakin ini bukanlah ayahku. Tidak lama kemudian ia
berkata. “Huh... akhirnya. Sudah tidak sabar aku.” DIA BUKANLAH AYAHKU! DIA
ADALAH PEMBUNUHNYA! Aku dapat mengenali suara ayahku dengan sangat baik. Dan
ini bukanlah suara ayahku, sangat jauh berbeda dengan suara ayahku. Lalu ia
melangkah pelan kearah meja ayahku. Aku yakin dia akan bersembunyi juga untuk
menunggu ayahku. Ketika ia mulai melangkah, aku langsung bersiap untuk
membunuhnya. Aku akan mengubah takdir. Aku mengencangkan tangan kiriku. Lalu
setelah dia berjalan beberapa langkah. Aku langsung keluar dan.... JLEB.
Kutusuk persis di dada. Ya, aku berhasil membunuhnya. Aku telah menyelamatkan
ayah. Hahahahah. Misi sukses, sekarang hanya perlu mencari ayah untuk
mengembalikanku ke masa kini.
Lalu ia membalikkan badannya, dan berkata dengan sesak. “Kaukah itu, Nak?”
“HAH?! Siapa kamu? Kau adalah pembunuh ayahku. Dan aku telah
menyelamatkannya.” Kataku dengan nada tinggi
“Hahaha. Ternyata kau sudah besar nak, kau sangat mirip denganku. Dan juga
kau telah menyelesaikan mesin waktuku.” Ucapnya lembut sambil sesak
“AYAH?! Tapi?!?” seruku keheranan
“Ini adalah Pil Mystique nak, aku yakin kau masih ingat dengan ini. Aku
pernah menceritakan ini kepadamu, dan inilah, sudah bekerja dengan sempurna
pilnya. Dan juga aku sudah tidak sabar menceritakan ini kepada anak kecilku.”
Jelasnya
“TIDAK MUNGKIN! Tapi, ayah. Ini sangatlah diluar ekspektasi! Maafkan aku
ayah... aku berencana untuk menyelamatkanmu. Tapi, aku sendirilah yang
membunuhmu.” Kataku sambil mengeluarkan air mata
“Tidak apa nak, ini memang sudah ditakdirkan oleh sang pencipta. Ini, Pil
Mystique. Peganglah, kau hanya perlu memikirkan wujudku. Dan tubuhmu akan
berubah persis sepertiku. Kau dapat menggunakannya untuk melarikan diri dari
sini.”
“Maafkan aku... ayah... aku
benar-benar minta maaf.” Tuturku sambil menangis
“Tidak apa.... nak. Aku tau.... kau
kesini.... karena.... aku sudah meninggal. Tapi.... ada satu hal pasti.... yang
harus kau tau. Engkau... tidak... bisa... mengubah... tak...dir...” Setelah ia
mengatakan itu, ia menutup matanya dan meninggal di pelukanku.
Aku sangat depresi setelah tau ini. Aku menangis tersedu-sedu, ternyata
akulah pembunuhnya selama ini. Iya, AKU! AKULAH SANG PEMBUNUH!!! AKU, DARKA.
TELAH MEMBUNUH AYAHNYA SENDIRI! HAHAHAHAH. Aku pun menjadi gila, gila setelah
tau kenyataan yang pahit. Dengan perasaan gundah, aku pun akhirnya mengkonsumsi
Pil Mystique tersebut dan meninggalkan jasad ayahku dan mencari tempat untuk
menyendiri.
Aku terjebak di masa lalu. Karena belum sempat bertanya kepada ayah cara
untuk kembali. Dan juga aku gagal menyelamatkan ayahku. Karena perbuatan
bodohku sendiri. Benar-benar. Mesin waktu adalah suatu hal yang sangat sangat
buruk.
Akhirnya aku menunggu, menunggu waktu yang tepat agar bisa membatalkan
rencanaku di garis waktu ini untuk menciptakan mesin waktu yang sangatlah
sia-sia. 14 tahun menunggu. Aku semakin menua, dan diriku di garis waktu ini
sedang semangat-semangatnya menciptakan mesin waktu. Sungguh ide yang sangat
bodoh! Aku selalu mencoba untuk mengagalkannya. Tapi semua usahaku hanyalah
sia-sia. Semua yang kulakukan untuk mencegahnya, tidaklah berhasil. Mulai dari
mematikan sambungan listrik mereka, mengirim pesan, bahkan sampai melempar
pisau yang kugunakan untuk membunuh ayahku sendiri. Mereka tetaplah bersikeras
untuk melanjutkan proyek bodoh itu.
Akhirnya aku teringat kata-kata terakhir ayahku sebelum ia meninggal. Kita
tidak bisa mengubah takdir. Kita bukanlah Tuhan, hanya Tuhan yang dapat
menentukan takdir kita. Jadi, perjalananku selama ini hanyalah sia-sia. Aku
kehilangan segalanya. Sahabatku, keluarga, kehidupanku yang menyenangkan,
semuanya itu berada di garis waktuku yang asli. Bukan disini.
Hingga akhirnya aku sadar. Inilah kejadiannya, dan akan selalu seperti ini.
Lagi dan lagi. Aku tidak dapat bermain menjadi Tuhan. Aku tidak bisa mengubah
takdir sesuka hatiku. Inilah takdir yang kudapatkan, semua yang telah kujalani.
Adalah memang apa yang harusnya terjadi.
Bagaikan seekor ular yang memakan ekornya, lagi dan lagi. Demikianlah
hidupku ini.
-TAMAT-
Blueprint = kerangka kerja terperinci (arsitektur).
Jembatan
Einstein-Rosen = lubang cacing atau jalur yang menghubungkan dua titik yg
berbeda dalam ruang-waktu.
DNA = materi yang membentuk kromosom-kromosom yang menyimpan
informasi genetik dalam tubuh makhluk hidup.
‘lompat’ = menjelajahi waktu atau
melakukan perjalanan waktu.
wow keren sih! Imajinatif sekalee
BalasHapus