Rabu, 19 Oktober 2016

AFTERLIFE


Alam baka
Oleh : KristianW

Aku terbangun. Di suatu tempat, tempat yang hampa, semuanya kosong, hanya warna putih yang aku lihat. Aku tidak tahu ini dimana. Lalu datanglah seseorang yang tidak aku kenal menghampiriku dan berkata.
“Halo anak muda.” Sapa orang asing itu.
“Mengapa aku bisa disini? Siapa kamu? Ini dimana?”
“Kamu sudah mati.”
“APA?!? AKU SUDAH MATI?? INI TIDAK MUNGKIN TERJADI.” Aku sangat kaget mendengarnya.
“Tenang, anak muda, kau benar-benar sudah mati. Cobalah ingat apa yang terjadi tadi.” Jelas orang itu.
“Baiklah, tapi aku belum siap untuk mati.” Jawabku lesu.
“Semua orang juga akan mati pada akhirnya.” Katanya dengan lembut.
“Jadi?? Kau adalah Dewa?” tanyaku penasaran.
            “Ya semacam itulah Aku.” jelasnya.
            “Jadi kau ini dewa yang ‘itu’, ya?”
            “Bukan.” Jawabnya dengan tegas.
            “Sial, percuma saja aku percaya dewa ‘itu’ saat aku hidup.”
            “Yang kau lakukan itu tidak salah, hanya saja itu bukan Aku, atau... itu memang Aku??”
Lalu aku terdiam dan melihat sekeliling. Ternyata Dia benar-benar dewa. Semua yang tadinya hanya kosong, semua putih. Kini tercipta suatu tempat yang sangat indah di tempat aku berdiri ini. Lalu Dia mengajakku berjalan sejenak dan mengajakku mengobrol.
            “Jadi, ceritakanlah ceritamu, bagaimana kau bisa berada disini dan apakah kau... intinya ceritakanlah apa saja, sambil kita berjalan.” Ucapnya penasaran.
            “Ya... sepertinya aku ingat apa yang terjadi tadi. Jadi saat pulang dari kantor, kira-kira jam 11 malam. Aku melewati sebuah gang yang kecil dan sangat gelap. Aku sangat takut melewati gang ini karna banyak gosip yang beredar bahwa disana sering ada pembunuh berantai yang menunggu di tengah gang tersebut.”
            “Sepertinya saat itu kau lagi terkena sial.” Imbasnya.
            “Iya, Saat aku sedang melintasi gang itu, aku melihat sepasang mata merah, lalu aku terdiam dan dia pun mendekat kepadaku. Aku berlari menjauh sekencang-kencangnya, tapi usahaku hanya sia-sia, Dia menembakku dengan pistolnya tepat di kakiku sehingga aku terjatuh dan tidak bisa berdiri. Lalu dia mengeluarkan pisaunya, aku melihat dia menarik tangannya, aku sangat takut dan menutup mataku. Selanjutnya aku lupa apa lagi yang terjadi, yang aku ingat hanya terbangun di tempat hampa tadi.”
            “Hmm.. sungguh sedih ceritamu, Aku turut bersedih. Tapi jika kau mau mengubah hidupmu, mungkin Aku akan memberi kesempatan kedua.”
            “Benarkah itu?!” Aku tersontak kaget.
            “Ya, jika kau mau mengubah hidupmu menjadi lebih baik lagi.” Ucapnya sambil tersenyum.
            “Baiklah, aku berjanji akan mengubah hidupku lebih baik lagi.”
            “Hahahah baiklah.” Sang dewa tertawa
            “Jadi, apakah aku akan mendapatkan kesempatan kedua?” tanyaku penasaran.
            Ia tidak menjawabnya. Ia hanya tersenyum. Lalu kita sampai di suatu tempat. Dimana ada suatu lobang, seperti Portal, ya menurutku itu menang Portal. Dia menyuruhku untuk masuk kesana.
            “Sampailah kita. Sekarang, kau hanya harus masuk ke dalam sana.” Perintah sang dewa.
            “Tapi apa yang akan terjadi disana?” tanyaku kebingungan
            “Kelak kau akan tau, untuk saat ini, kau hanya perlu masuk kesana.”
***
Lalu aku masuk kedalam, dan semua menjadi gelap, aku tidak sadarkan diri. Beberapa menit kemudian, aku terbangun di dunia nyata dan aku melihat pembunuh tadi tergeletak tanpa nyawa di sebelahku. Dan aku melihat ada seseorang berdiri di depanku. Dia memegang senapan, ternyata dialah yang menyelamatkan nyawaku. aku tidak tau itu siapa, saat aku hendak memanggilnya, dia pergi. Lalu aku kembali tak sadarkan diri karena kakiku yang tertembak, aku kehabisan darah, untungnya pria tadi menelpon ambulans dan bantuan segera datang.
Aku terbangun di rumah sakit, dan aku melihat suamiku sedang duduk disampingku. Kaki kiriku terpaksa harus di amputasi karena sudah terinfeksi oleh peluru tersebut yang dicampur racun. Akhirnya aku menerima harus hidup tanpa satu kaki, meskipun begitu aku tetap bersyukur karena aku masih diberi kesempatan kedua oleh sang dewa.
Semenjak kejadian hari itu hidupku berubah, hidupku benar-benar berubah drastis. Aku menjadi suatu sosok yang berbeda, yang dulunya sering minum alkohol, merokok, bahkan melakukan seks bebas. Kubuang semuanya! dan juga walaupun hidup hanya dengan satu kaki aku tetap semangat dalam menjalani hidup. Aku benar-benar bersyukur. Terima kasih, sudah memberiku kesempatan kedua.
-TAMAT-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar